Kamis, 06 Februari 2014

Refleksi Khotbah Matius 5:13-20 Garam dan Terang dunia







Kamu Adalah Garam Dunia
Garam dan terang merupakan analogi yang konkret, sederhana namun sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Nilai kegunaan garam dan terang tidak perlu diiklankan, namun semua orang mengetahui manfaatnya. Garam dapat dipakai untuk mengawetkan ikan, memberi cita-rasa dalam makanan, menyuburkan tanaman, dan sebagainya.
Kehidupan kita sehari-hari juga sangat membutuhkan terang. Tanpa terang, kita tidak dapat melihat dan melakukan aktivitas. Makna garam dan terang merupakan analogi yang dipakai oleh Tuhan Yesus untuk menjelaskan suatu nilai dan manfaat hidup yang begitu penting. Kehidupan yang tidak dapat memberi nilai dan manfaat merupakan kehidupan yang sia-sia dan tak layak dijalani. Sebab apa artinya bila hidup kita ternyata membawa kerusakan, kesedihan dan penderitaan bagi sesama? Namun yang mengejutkan, ternyata Tuhan Yesus tidak berkata: “Jadilah garam dan terang dunia”, tetapi: “Kamu adalah garam dan terang dunia”. Kedua kalimat tersebut tampaknya mirip, tetapi memiliki pengertian yang sangat berbeda. Pengertian “Jadilah garam dan terang dunia” menunjuk panggilan agar kita berjuang untuk “menjadi” garam dan terang bagi dunia ini. Tetapi pengertian “Kamu adalah garam dan terang dunia” lebih menunjuk kepada suatu identitas diri dan karakter. Setiap umat percaya memiliki identitas diri dan karakter sebagai garam dan terang bagi dunia ini. Artinya setiap identitas dan karakter umat yang rielnya tidak memiliki “karakter dan fungsi” sebagai garam dan terang, layaklah ia dibuang (Mat. 5:13). Sungguh suatu pengajaran yang mengejutkan dan tanpa kompromi!
Ajaran Tuhan ini juga memberikan pujian dan penghargaan bagi SETIAP ORANG PERCAYA ( Kristen ) atau setiap manusia yang mau menyatakan fungsinya , peranannya seperti GARAM ;

•   Putih , indah ,  Hidup bisa mewarnai lingkungan yang dulunya putus asa menjadi berpengharapan, ( termasuk mereka yang mengupayakan tanah yang gersang menjadi hijau )
•   Mencegah kebusukan , ( antiseptik ) Dulunya lingkungannya menakutkan menjadi indah elok ( dulunya sarang preman dan pemabuk menjadi normal dan aman dan sejahtera )
•   Membuat masakan tawar jadi enak , Tuhan mengingatkan peranan kita sebagai anak-anakNya sebagai GARAM ditengah dunia yang tawar jadi menggairahkan .
Orang Kristen yang berada ditengah dunia yang akan hancur ini harus bisa berperan menjadi ANTISEPTIK mencegah kehancuran dari segala pembusukan norma-norma yang Tuhan tetapkan ditengah masyarakat umumnya , mereka yang  hidupnya tidak suci  , tidak takut akan Allah , tidak jujur dan tulus , suka berkata jorok , ketika kita muncul mereka menahan perkataannya , fungsi anti septik inilah yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita atau hidup menjadi garam dunia !
aram itu hanya bagian kecil dari seluruh masakan, pasti tidak lebih dari satu sendok makan untuk seluruh masakan. Jika diukur dengan uang pasti sedikit sekali. Mungkin lebih mudah jika memilih untuk tidak makan daging. Harga daging lebih mahal daripada garam.
Sesuatu yang  kecil itu tidak selalu gampang. Karena yang kecil itu memberi sesuatu yang besar. Rasa enak, kenyamanan, kenikmatan, bahkan kekuatan. Kerap Anda dan saya merasa hebat karena mampu ‘menaklukkan’ sesuatu yang besar. Padahal belum tentu kita mampu menaklukkan yang kecil.Sesuatu yang kecil dan sederhana bisa memberi perbedaan. Sesuatu yang kecil tapi selalu minta perhatian besar.
Garam merupakan salah satu kebutuhan hidup yang mendasar. Garam juga berfungsi memberi rasa (mudah-mudahan kita bukan pengidap darah tinggi..hahaha). Tanpa garam, makanan menjadi hambar. Tanpa garam, daging dan sayuran menjadi kurang enak.
Garam itu berbaur dan menyatu dengan masakan, berbaur tetapi tidak berubah rasa; memberi pengaruh dan bukan dipengaruhi, mempengaruhi tanpa terpengaruh. Sebagai anak Tuhan yang hidup di tengah-tengah dunia yang sudah rusak karena dosa, tindakan-tindakan konkrit apa yang dapat kamu lakukan agar kehidupan Anda dapat mempengaruhi dunia dan bukan dipengaruhi oleh pola pikir/filsafat dunia ini (mis. materialisme, hedonisme, konsumerisme, individualisme, dll), khususnya dalam pergaulan hidup kamu sehari-hari?
Memberi rasa:
Hidup tak sebatas kebahagiaan ,Hidup tak sebatas kesusahan ,Hidup tak sebatas kepasrahan, Hidup tak sebatas dalam kegelapan, Hidup adalah alam rasa,Hidup adalah memperbaiki diri sendiri setiap hari dan menjadi lebih baik.
Manusia cenderung terbuai dengan satu rasa,rasa bahagia tak mau derita, rasa senang tak mau rasa sakit,rasa kaya dan tak mau rasa miskin,mempunyai rasa benci tak mau di benci, semua rasa berpasang pasangan, jika manusia bisa mampu memperbaiki diri sendiri di setiap hari, maka ia akan memasuki alam rasa, semua rasa di sepadankan,semua perbuatan di pikirkan semua tindakan di perhitungkan,

Kamu Adalah Terang Dunia
Terang itu harus dilihat dan memberi dampak positif bagi orang yang ada disekitarnya , Kekristenan adalah sesuatu yang bisa DILIHAT atau seseorang yang menjadi pengikut KRISTUS tidak ada yang disembunyikan , Jadi menjadi pengikut Kristus tidak bisa dengan sembunyi-sembunyi . Menjadi orang Kristen menghancurkan ketersembunyian dirinya atau ketersembunyian ( menutup diri ) menghancurkan kekristenannya !
Kalau kita menjadi orang Kristen kita harus bisa dilihat , dinyatakan kepada dunia , luar dan dalam hidup sama karena ROH dan KASIH KRISTUS , yang ada didalam hidupnya mengubahkan hidupnya yang lama menjadi baru !

Kekristenan tidak bisa dilihat hanya didalam Gereja dengan segala kegiatan , pelayanan dan aktifitasnya , tetapi harus bisa di pertontonkan kepada dunia . Dalam perkataan , perbuatan dan tindakan , dalam bergaul , hubungan dengan atasan , bawahan nampak atau tidak terang kehidupan Kristus , saat belanja dipasar , jual dipasar , disekolah , disawah , ditempat kerja dimana saja kita berada apakah dunia sekitar kita bisa melihat terang Kristus terpancar lewat hidup kita ! Sebab Tuhan tidak mengatakan kamu adalah terang dalam Gereja , tetapi Tuhan mengatakan kamu adalah terang dunia !


Terang adalah pembimbing orang ,  terang merupakan pembimbing perahu –perahu yang ada ditengah laut untuk bisa melihat pantai dan di teluk-teluk di malam hari , lampu berderet-deret menjadi petunjuk arah kapal ditengah laut , bagi penduduk dikota terang merupakan petunjuk arah jalan pulang kerumah , betapa menyulitkan saat lampu mati kita ada dijalan , demikian pula saat kita ada dirumah betapa menyulitkan saat lampu mati kita bisa menabrak kesana kemari .

Kekristenan adalah menjadi pembimbing orang atau sebagai inisiator , dalam melangkah hidup dalam kebenaran , perbuatan dan tindakan yang baik , menjadi inisiator bagi kota , dalam penghijauan , peduli kasih kepada mereka yang kurang beruntung . ( sembako murah , pengobatan gratis dllnya )
Dalam dunia ini banyak orang hanya bisa berbicara saja ! Tetapi tidak memiliki kekuatan moral untuk mengalahkan EGO nya dan melangkah hidup jadi berkat , baik saat ada bencana , kecelakaan dan membela orang miskin dalam keterbatasannya . Orang Kristen dituntut bisa menjadi contoh melangkah , bertindak mendorong orang lain melakukan hal yang sama , sehingga hidup orang Kristen menjadi jalan kebenaran dan kehidupan bagi orang dunia secara umum !

Terang memberi peringatan dini agar kita berhenti karena didepan ada bahaya , Seperti kapal yang tidak tahu didepan ada batu karang . Sebagai orang Kristen kita diberi tugas untuk memberi peringatan dini kepada orang yang berjalan salah yang bisa mencelakakan dan membinasakan hidupnya , baik itu jalan yang dilakukan anak muda atau orang tua yang bisa membahayakan hidupnya , memang hal ini tidak mudah atau sulit karena bisa tidak disukai orang tersebut , tetapi itu lebih baik dari pada darahnya tertanggung atas hidup kita kalau kita tidak memberi peringatan ! Yehezkiel 3 : 18
Lampu pada dasarnya untuk dilihat dan membuat kita mudah melihat. Menjadi Kristen berarti membuat hidup menjadi saksi yang bisa dilihat dan didengar orang, bukan hanya di sekitar wilayah orang-orang yang percaya, tetapi juga menjadi saksi keseluruh dunia.
Lampu juga berfungsi sebagai “penunjuk arah”. Dengan cahaya lampu kita mudah melihat jalan dan mudah menemukan sesuatu. Menjadi Kristen berarti menunjuk jalan bagi orang lain agar sampai pada tujuan hidup kita yakni Allah. Jalan tersebut adalah Yesus Kristus.
Lampu juga bisa berfungsi sebagai tanda peringatan. Ketika kita melihat lampu kuning berkedap-kedip, kita tahu bahwa kita harus mengemudi lebih hati-hati.
Menjadi Kristen berarti bahwa cara hidup kita menjadi peringatan bagi yang lain bahwa hidup bukan hanya di dunia ini. Lampu juga bisa berfungsi sebagai pengatur jalan.
Menjadi Kristen berarti membuat hidup orang-orang di sekitar kita lebih teratur dan lebih lancar.
Mari berusaha sekuat tenaga kita dan dengan pertolongan Allah untuk menjadi garam dan terang dunia.
Jadilah orang yang memberi RASA/GARAM dan TERANG  bagi hidup orang lain !!!

Sering orang Kristen untuk tidak melakukan hal tersebut dengan argumen , menjaga perasaan , nanti ndak tersinggung dlsbnya , Mereka lupa ini kehendak , perintah Tuhan apa tidak sungkan dengan Tuhan lebih sungkan kepada manusia ?
Seorang Kristen bisa berfungsi menjadi GARAM dan TERANG dunia karena sesungguhnya POTENSI Garam dan Terang yang merupakan refleksi KEHIDUPAN KRISTUS kalau ;

•   Menjadikan YESUS sebagai TUAN ( Raja ) dalam hidup kita
•   Kalau KEBENARAN Firman Tuhan diijinkan mengubahkan hidup kita ( pola pikir duniawi menjadi surgawi , cara pandang duniawi menjadi surgawi )
•   HIDUP BARU dalam Kristus Yesus membuat kita bisa memunculkan potensi Garam dan terang kepada dunia !

Senin, 03 Februari 2014

Umur Panjang ada di Tangan Kanan Nya

Ulang Tahun Trina Melati Banjarnahor AM.k,Yohana Yolanda Sianturi&Yolia Isabel Sianturi



 SELAMAT ULANG TAHUN MAMI, & 2 PUTRIKU TERSAYANG
TRINA MELATI BANJARNAHOR AM.k
YOHANA YOLANDA SIANTURI
YOLIA ISABEL SIANTURI

                   Selamat Ulang Tahun Mama :Trina Melati Banjarnahor AM.k 3 Febriari 1977-3 Februari 2014
Bulan ini adalah hari yang berbahagia buat keluarga kami,dimana anggota keluarga kami Mensyukuri Berkat  Tuhan atas kami,Anak saya Yohana Yolanda Sianturi Tepat Pada tgl 31JanuariGenapUmurnya 10 Tahun,Hari ini 3 Februari Isteri saya Berulang Tahun Yang ke 37,dan Tgl 22 FebruariPutri Bungsu kami  berulang tahun yang ke  6 , Selamat Ulang Tahun Buat Boruku :Yohana Yolanda Santuri 31 Januari 2004, Isteri Saya Trina Melati Banjarnahor AMk 3 Februari 1977, Putri kami Yolia Isabel Sianturi 22 Februari 2008, Sebagai Terimakasih saya kepada Tuhan disin saya mengutip sebuah renunganyang ditulis oleh Pdt HM Siagian MPTH, dan renungan tentang Ulang Tahun

HIDUP ADALAH PEMBERIAN TUHAN 
 
" Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan." (Ams 3:16)
Pernahkah kita berfikir bahwa hidup ini berasal dari Tuhan. Tuhanlah yang memberikan hidup bagi setiap manusia. Kalau kita mengatakan bahwa hidup berasal dari Tuhan maka kita patut bersyukur bahwa hidup kita rupanya pemberian dari Tuhan.

Ada 3 hal yang dibutuhkan oleh setiap manusia.
1. Umur panjang.
2. Kekayaan.
3. Kehormatan.

Umur panjang berbicara tentang hidup yang sehat baik jasmani, rohani, serta hidup yang indah.

Kekayaan bisa berbicara tentang material, dan kecukupan sehari hari.

Kehormatan yaitu kedudukan, jabatan, derajat dimana orang lain menghormati kita.

TIGA  hal ini yang diminta oleh setiap orang. Namun kalau kita belajar dari Amsal ini, kita akan menemukan bahwa Raja Salomo tidak meminta ke tiga hal ini. Ketiga hal ini merupakan sebuah bonus dari Tuhan.
Bagaimana Salomo waktu itu mendapatkan ke tiga hal ini: Kunci utama yaitu melalui DOA. Salomo berdoa kepada Allahnya meminta petunjuk. Salomo menyadari bahwa dia perlu berhubungan dengan Tuhan. Hanya melalui Dialah segalanya. Kenapa Salomo bisa menjadi seorang Raja yang paling Masyhur, Jaya dan dihormati Karena melalui Doa.
Raja raja 3: 13-14 “ Dan apa yang tidak kamu minta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja raja. Dan Jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintahKu sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu.’


Inilah pembicaraa Allah kepada Salomo, Allah memberikan bonus kepada Salomo yaitu Umur panjang, Kekayaan, dan Kehormatan.
Apa yang diminta oleh Salomo sewaktu doa adalah HIKMAT. Salomo menyadari bahwa hanya melalui Hikmatlah bisa menjadikan bangsa Israel menuju kejayaan.
Amsal mengatakan Hikmat yaitu TAKUT AKAN TUHAN.
Saat ini yang harus anda lakukan yaitu:
1. Berdoa kepada Tuhan.
2. Minta Menjadi anak Tuhan yang punya HIKMAT yaitu TAKUT AKAN TUHAN.
3.Terima BONUS.

  
               KELAHIRAN ADALAH BERKAT CAMPUR TANGAN ALLAH.
Yeremia 1:5“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa”.
Kita harus menyadari bahwa kita lahir tanpa campur tangan Tuhan tidak mungkin terjadi. Artinya kelahiran seseorang bukan karena hubungan secara biologis. Memang prosesnya melalui hal itu, namun apakah anda menyadari bahwa jika anda lahir tanpa mata, nafas, darah, maka tidak ada kehidupan. Tuhan memberikan kehidupan bagi setiap manusia.
ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
1. Tuhan membentuk hidup anda. Proses pembentukan dari sejak dalam kandungan Tuhan merajut kehidupanmu. Dan tanpa disadari proses pembentukan manusia dapat di hancurkan oleh manusia. Ingat peristiwa penciptaan Manusia. Tuhan menciptakan Taman Eden untuk Manusia. Namun manusia lebih memilih untuk berbuat dosa yang mengakibatkan kematian secara rohani.
2. Mengenal engkau. Kalau saat ini anda ulang Tahun ingatlah Tuhan mengenal hidupmu dan Tuhan rindu anda mempunyai persekutuan yang dekat dengan Tuhan. Apakah anda mengenal sang Pencipta yang menciptakan hidupmu.
3. Menguduskan engkau. Anda dilahirkan dibumi bukan untuk pesta pora, mabuk, narkoba, dan perbuatan perjinahan, dan melakukan dosa. Namun anda lahir untuk dikuduskan, disucikan.
4. Tetapkan. Tuhan mempunyai rencana untuk hidupmu. Rencana Apakah itu?. Rencana ilahi. Ingat Yusuf dia menjadi seorang pemimpin Mesir setelah Raja. Karena ada rencana Tuhan. Perhatikan cerita Daniel, Tuhan punya rencana bagi dia ditengah bangsa Babilonia yang tidak mengenal Tuhan. Ingatlah cerita Ester, dia jadi putri raja supaya ada rencana Tuhan menyelamatkan bangsanya yang mau dimusnakan.
Keempat hal ini kiranya memberkati kita.



                                   Selamat Ulang Tahun Boru ku : Yohana Yolanda Sianturi,31 Januari 2004-31 Januari 2014

Ulang Tahun = Tambah Umur atau Kurang Umur?
Ulang Tahun = Tambah Umur atau Kurang Umur?

Hari ini adalah hari ulang tahun istaeri saya Trina Melati Banjarnahor AM.k 
31 JanuariYang lalu Ulang Tahun Putri saya Yohana Yolanda Sianturi
22 Februari yang akan datang Ulang Tahun Putri Bungsu saya : Yolia Isabel Sianturi
Sehubungan dengan ulang tahun, sejak kecil kita diajarkan bahwa ketika seseorang ulang tahun, kita harus bersukacita dan merayakan bertambahnya umur kita satu tahun lagi. Memang benar, ketika kita berulang tahun kita merayakannya karena usia kita bertambah satu tahun di dunia ini. Tetapi jika dipikir-pikir, semakin bertambahnya umur seseorang, ketika ia berulang tahun, justru hal tersebut menunjukkan bahwa usia dan waktu dia di dunia ini sudah berkurang satu tahun lagi. Itulah mengapa semakin tinggi usia seseorang, seharusnya orang tersebut menjadi semakin bijaksana dalam menggunakan waktu sisa hidupnya di dunia ini.
Kitab Amsal mengatakan bahwa seseorang seharusnya berbahagia bukan karena hal-hal duniawi, apalagi berbahagia karena usia kita bertambah. Kitab Amsal mengatakan dengan jelas bahwa “berbahagialah  orang yang mendapatkan hikmat dan kepandaian” (ay. 13). Hikmat dan kepandaian dari Tuhan tersebut jauh melebihi harta duniawi, bahkan melebihi emas dan perak (ay. 14). Itulah mengapa ketika Salomo meminta hikmat kepada Tuhan dan bukannya kekayaan, harta benda, serta umut panjang, Tuhan pun akhirnya memberikan hal-hal lainnya tersebut kepada Salomo sebagai bonus (2 Taw 1:11-12).
Demikian juga dalam ayat 16, yang merupakan salah satu ayat yang paling banyak dikutip saat kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada orang-orang terdekat kita, “Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan”. Memang ayat tersebut merupakan ayat yang sangat indah, namun sayangnya banyak orang lupa membaca beberapa ayat sebelumnya. Umur panjang, kekayaan, dan kehormatan itu adalah bonus bagi orang-orang yang takut akan Tuhan, yaitu bagi orang-orang yang meminta hikmat kepada Tuhan. Mazmur 90:12 mengatakan bahwa pemazmur meminta agar Tuhan mengajarnya untuk menghitung hari-harinya, agar ia memperoleh hati yang bijaksana.
Bonus yang Tuhan berikan kepada orang-orang yang mengutamakan hikmat dari Tuhan bukan hanya bonus di saat ini berupa umur panjang, kekayaan, dan kehormatan. Tuhan juga dapat memberi bonus di masa depan yaitu jalan hidup yang bahagia dan sejahtera (ay. 17). Selain itu, Tuhan juga memberi bonus tidak hanya kepada diri kita, tetapi juga kepada orang-orang di sekitar kita. Kitab Amsal mengatakan bahwa kita akan menjadi seperti pohon yang menjadi berkat bagi orang lain, sehingga setiap orang yang memegang kita akan mendapatkan kebahagiaan (ay. 18). Tuhan tidak ingin kita diberkati begitu saja dan semua selesai. Tuhan ingin agar kita diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain juga. Tuhan ingin agar melalui diri dan kehidupan kita, orang lain juga dapat merasakan berkat dan kasih Allah dalam kehidupan mereka.
Kembali lagi ke pokok bahasan kita di awal, terkait dengan umur panjang, tentunya sah-sah saja pada setiap kita merayakan ulang tahun, kita berdoa kepada Tuhan agar kita diberikan umur panjang. Tidak ada ayat Alkitab yang melarang kita untuk meminta umur panjang kepada Tuhan. Walaupun demikian, seharusnya kita juga memikirkan, andaikata kita diberi umur panjang, apa yang kita lakukan bagi Tuhan? Apakah kita dapat memuliakan Tuhan melalui kesempatan dan umur panjang  yang Tuhan berikan kepada kita? Atau jangan-jangan justru umur panjang kita gunakan untuk melakukan kesenangan-kesenangan duniawi saja. Alangkah baiknya jika pada setiap hari ulang tahun, kita menginstropeksi diri kita, apa saja hal-hal yang sudah saya lakukan selama satu tahun ke belakang? Berapa banyakkah hal-hal yang memuliakan Tuhan? Mari kita selalu instropeksi diri kita masing-masing agar kita lebih baik lagi menjalani hari-hari kehidupan kita di dunia ini.
Life is full of choices. Hidup penuh dengan pilihan. Ini bukan cuma sekedar kata bijak karena rasanya kita semua tidak asing lagi dengan berbagai pilihan dan pengambilan keputusan setiap hari dalam hidup kita. Hikmat merupakan pilihan bijaksana yang bernilai tinggi di mata Tuhan. Karenanya berbahagialah orang yang mendapat hikmat
                       Selamat Ulang Tahun Putriku :Yolia Isabel Sianturi,22 Februari 2008-22 Februari 2014
 

Kamis, 30 Januari 2014

Jamita Minggu IV dung Epiphanias , 2 Februari 2014 Mika 6:1-8



Jamita Minggu IV dung Epiphanias 
di HKBP Distrik IX Sibolga-Tapteng-Nias,  02 Pebruari 2014
“Mangulahon Uhum, Habasaon dohot Haserepon”
Mika 6:1-8
Oleh : Rukun Hutagalung



 
I.   Patujolo
Krisis Politik, sosial, ekonomi dohot Haporseaon (Iman) manghungkupi bangso Juda uju ginonggoman ni si Jotam, Ahas, dohot si Hiskia, gabe lam lumlam ma nang hasadaon ni bangso i, na pogos lam marpogos na lea lam marlea, alai sai dipukpuhi do patupa pelean situtungon tu Debata laho patupa hasesaan ni dosa atik pe parange nasida ndang mansohot sian hasomalan nasida ima na sai mangulahon nahinagigihon ni Debata, najumorbut dope sahat tu na mamelehon anak buhabajuna pe sanggup do nasida alai pangalaho tong sai manimbil sian lomo ni roha ni Debata. Tarhirim Debata dihamubaon ni roha ni Bangso i, gabe tumpol ma dihatahon Debata hirim ni rohaNai tu Bangso i, pola disuru naposoNa si Mika laho manurirangi/saksi tu nasida asa dipaandar angka dia ma na jat na niula ni Bangso i dohot na denggan na binahen ni Debata naung jinalo ni Bangso i. Jempek dohonon tona ni Debata tu nasida ima: “asa diulahon ma uhum dohot holong ni roha di habasaon, jala marpangalaho haserepon maradophon Debata”, holan ido hirim ni rohaNa sian Bangso hinaholonganNa i.
II. Hatorangan ni Turpuk
Ayat 1-2: “Masipatumpolan”. Dipungka Debata do sidang bolon maradophon Bangso Jehuda asa tung tangkas ditangihon jala dihatindanghon angka dolok angka pambahenan ni Debata tu nasida (Hesekiel 6:2-3), masitariasan do Debata dohot Bangso i patar songon indahan di balanga, soada na buni/hungkup di parkaro i, tung tedek do sude, alai dung masipatumpolan  nasida gabe patar ma hajahaton ni angka Panggomgomi ni Bangso i na sai manghagigihon hasintongan i dohot na sai papeolpeol uhum tu angka na pogos (bindu 3), “si miskin tetap bersalah” hira ima na masa di Bangso i gabe porsuk diahab nasida.
Ayat 3-5: “Nadenggan na binahen ni Debata”. Sejarah membuktikan, ndang adong na asing na paruarhon Bangso i sian parhatobanan Misir asing sian Debata sandiri (2 Musa. 12:31-42) marhite napinabangkitNa naposoNa si Musa, si Aron (2 Musa.7:1) dohot si Miriam (2 Musa 15:20-21), jala saleleng di halongonan Bangso i digohi do nasidaa marhite sipanganon dohot siinumon hombar tu tingkina, tung tangkas do auga nasida i dipaneang Debata.
Ayat 6-7: “Pertobatan yang Semu”. Sadar do Bangso i ujungna di angka na denggan na binahen ni Debata tu nasida, diparhatutu do pangalaho nasida na sai maralo tu lomo ni roha ni Debata, jala diokui nasida do na olo Debata marpangulahi mida pangalaho nasida i, gabe diparhatopot nasida ma pangalaho nasida di adopan ni Debata marhite na pasahathon Pelean  Parsombaon situtungon, mamelehon na ummarga di nasida tu adopan ni Debata marhitehite anak ni lombu, hambing na pinamokmok marriburibu hape ndang dijakhon Debata (Jesaya 1:11), miak na marloksa-loksa dohot anak buha baju, hape ndada i na pinagido ni Debata sian nasida, jala ndada pelean sisongoni laho tuhor ni nasa dosa niula nasida.
Ayat 8: “Mangulahon uhum dohot holong ni roha”. Sian saluhut pelan napinasahat ni Bangso i tu Debata dipanolsolionna ala dosana ndada apala pelean hambing tunggal na marriburibu (1 Samuel 15:22) alai naeng ma Bangso i mangulahon uhum, hasabamon  dohot haserepon ni roha, jala saluhut  Pelean  na ummangur di adopan ni Debata ima na mangulahon holong ni roha di bagasan hasintongan dohot hatigoran, ai  Holong ni roha i do godangan manghungkupi  angka dosa (1 Petrus 4:8), jala holong ni rohaido naumbalga sian haporseaon dahot panghirimon (1 Kor.13:13), nang parbue ni Tondi pe Holong ni roha i do patuduhononna (Gal.5:22).
III.Sipahusorhusoron
Hajongjonghon ma na denggan na binahen ni Debata dohot hatigoranNa marhite na mangulahon uhum dohot hasintongan dibagasan holong ni roha maradophon halak saluhut, jala hangoluhon hasabamon, hasatiaon  dohot haserepon ni roha dibagasan Kristus Jesus.                                                                        DMpoenyaMdsT

Selasa, 21 Januari 2014

Ilustrasi Rohani Kristen

Bahaya Individualisme

 
Saudara-Saudara, saya pernah membaca sebuah cerita dongeng dari negeri Tiongkok. Alkisah ada orang tua yang memiliki tujuh orang anak kembar. Setiap anak diberikan kekuatan ajaib oleh orang tuanya. Ada yang memiliki kekuatan api, tanah, air, angin dan lain sebagainya. Suatu kali orang tuanya memberikan suatu tugas khusus kepada anak-anak-Nya. 
 
Untuk menyelesaikan tugas ini, mereka harus bekerja sama dan menggunakan kekuatan mereka masing-masing. Sebelum menyelesaikan tugas tersebut, menguji coba dulu kekuatan mereka. Masing-masing menunjukkan kekuatan mereka. Ketika melihat saudara kembarnya yang lain, yang satu mulai berpikir bahwa kekuatan dirinyalah yang lebih baik dari yang lain. Kemudian masing-masing menganggap diri mereka lebih unggul dari yang lainnya. 
Mereka mulai memandang negatif saudara kembar yang lainnya. Mereka mulai adu kekuatan dan saling melukai. Mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri dan melupakan tugas yang diberikan oleh orang tuanya yang harus mereka kerjakan bersama-sama.
 
Saudara-Saudara, ketujuh anak kembar ini lupa bahwa mereka adalah saudara kembar, yang mempunyai orang tua yang sama. Kekuatan yang berasal dari orang tua mereka. Mereka juga lupa untuk menyelesaikan tugas mereka. Sebenarnya di mana letak permasalahannya sehingga mereka bisa melupakan semuanya itu? 
 
Masalahnya berawal ketika ketujuh anak kembar ini memiliki pikiran bahwa diri mereka sendirilah yang paling hebat. Ketika mereka mulai mengeksklusifan diri mereka.
 
Saudara-Saudara, dari cerita ini, kita bisa menarik sesuatu yang baik, bahwa dengan mengeksklusifkan diri itu dapat menimbulkan masalah. Kita harus waspada karena kita bisa saja terjebak pada pemikiran yang sama, bahwa bisa saja kita menganggap bahwa saya atau kelompok saya lebih baik dari yang lain. Cerita ketujuh anak kembar ini ingin menyampaikan masalah moralitas saja. Tuhan Yesus tidak menginginkan kita untuk memiliki karakter yang mengeksklusifkan diri dari sesama orang percaya.

Kasih Sejati

John dan Andy bersahabat sejak kecil.  Saat mereka remaja, pecahlah perang dunia kedua.  Mereka berdua harus ikut wajib militer.  Mereka ditugaskan di garis depan medan perang.  Pada suatu pagi yang berkabut, kapten mereka memimpin mereka untuk menyerang markas musuh.  Namun, sinar matahari telah menghapus kabut itu sebelum mereka sampai di dekat markas musuh.  Mereka pun langsung terlihat oleh musuh.  Musuh segera menembak mereka secara membabi buta.  Mereka kemudian berusaha lari menyelamatkan diri, termasuk John dan Andy.  Sesampainya di markas, ternyata John tidak ada.  Andy segera meminta ijin kepada kaptennya untuk mencari Andy di daerah musuh.  Tentu saja kapten itu menolak karena itu sangat berbahaya.  Bisa jadi John juga telah meninggal.  Namun, Andy tidak menghiraukan larangan kaptennya.  Ia pergi mencari John. 
Setengah jam kemudian Andy kembali dengan berlumuran darah.  Sang kapten pun marah besar dan berkata: “Apa kubilang, John sudah mati dan kau pun tertembak.  Sungguh sia-sia”  Andy berkata: “Tidak sia-sia, karena aku mendengar kata-kata terakhirnya”  Karena penasaran, sang kapten bertanya lagi” “Memangnya apa yang ia katakan sampai kau rela mempertaruhkan nyawamu?”  
John berkata: “Saya tahu kau pasti akan kembali mencariku, aku mengasihimu sahabatku”  Dia mengatakannya sambil tersenyum puas.  Oleh karena kasihnya kepada John, Andy rela mempertaruhkan nyawanya untuk mencari sahabatnya ini.  Memang usaha Andy ini tampaknya sia-sia karena Andy tertembak dan John meninggal.  Namun, sebenarnya hal ini tidak sia-sia karena sampai akhir hidupnya, John melihat bahwa Andy, sahabatnya ini tetap mengasihi dia.

Persahabatan Sejati

 
Ada dua orang pria yang bersahabat.  Mereka bernama Albert Durer dan Hans.  Mereka ingin sekali masuk ke sekolah seni lukis dan pahat.  Masalahnya, mereka tidak mempunyai uang.  Kemudian Hans mempunyai ide untuk mengatasi masalah tersebut.  Hans akan bekerja untuk membiayai kuliah Albert.  Nanti setelah Albert lulus dan menjadi pelukis, maka Albert yang akan membiayai kuliah Hans.  Hans bekerja sebagai kuli bangunan.  Lalu Albert masuk ke sekolah seni lukis dan pahat.  Tahun demi tahun pun berlalu.  Akhirnya Albert lulus dari sekolahnya.  Dengan penuh semangat, ia pergi ke rumah Hans. 

Ketika tiba di rumah Hans, ia mengetuk pintu berulangkali, namun tidak ada jawabannya.  Lalu Albert mengintip dari jendela.  Apa yang dilihatnya?  Ternyata Hans sedang berlutut.  Kedua belah tangan sahabatnya itu mengarah ke atas.  Hans sedang berdoa sambil menangis: “Oh Tuhan, tanganku ini.  Tanganku sudah menjadi kaku dan kasar.  Tanganku sudah tidak bisa dipakai untuk melukis.  Biarlah Albert saja yang menjadi pelukis.”  Ternyata pekerjaan Hans sebagai seorang kuli bangunan telah membuat tangannya menjadi kaku dan kasar.  Ia tidak mungkin menjadi pelukis lagi.  Apa yang dilakukan Hans ini tentunya tidak bisa dilupakan Albert seumur hidupnya.  Itulah sebabnya, Albert mengabadikan kasih dan pengorbanan sahabatnya ini dengan membuat suatu lukisan yang diberi nama “Tangan Berdoa” atau Praying Hand yang sangat terkenal itu. 

Saudara-saudara, tentunya kita ingin memiliki sahabat seperti Hans.  Seorang sahabat yang penuh kasih dan rela berkorban bagi kita.  Mungkin kita juga ingin supaya kita menjadi sahabat yang terbaik bagi sahabat kita.  Persahabatan antara Albert dan Hans adalah satu dari sekian banyak contoh persahabatan sejati yang kita dambakan.  Namun, bagaimana caranya agar persahabatan ini dapat kita miliki?  Persahabatan sejati membutuhkan dasar yang kokoh.  Itulah sebabnya, kita perlu tahu bahwa persahabatan sejati dalam hidup orang percaya adalah persahabatan yang berdasarkan kasih dan kesetiaan.  Saudara-saudara, perikop yang baru saja kita baca ini juga merupakan kisah persahabatan sejati dalam Alkitab.  Kisah ini mirip dengan persahabatan Daud dan Yonatan di 1 Samuel 18:1-. 
.

Menanti Dengan Setia

Ilustrasi
Bertahun-tahun yang silam, seorang pemuda dengan kekasihnya datang ke pantai di malam hari untuk saling berpisah.  Sang pemuda hendak berlayar ke negeri yang jauh di seberang lautan dan mengadu nasib.  Ia mengumpulkan kayu bakar, menyalakan api unggun dan membicarakan rencana mereka.  Ia berjanji ketika ia kembali nanti, ia akan mengambil kekasihnya sebagai isteri.  Kemudian sang pemuda meminta kekasihnya untuk menyanyikan lagu kesayangan mereka, lagu cinta yang yang amat mereka sukai.  Setelah saling berucap janji setia untuk menanti, ia meminta kekasihnya untuk menyanyikan lagu itu satu kali lagi.  Ia berkata, “Aku akan kembali untukmu, dan aku akan membawamu ke sebuah rumah yang indah di pulau nan jauh di sana ke mana aku akan pergi.  Tapi sementara aku jauh darimu, aku akan kesepian, mungkin putus asa, dan setiap hari di waktu seperti ini, aku akan memikirkanmu dan mengingat kembali malam perpisahan ini.  Kemudian aku akan kembali di waktu yang sama seperti sekarang, dan ketika aku melihat api unggunmu dan mendengar nyanyianmu, aku tahu bahwa kamu telah setia dan tekun menanti.”  Dengan bercucuran air mata, sang gadis berjanji dan sambil mengucapkan salam perpisahan untuk terakhir kalinya, sang pemuda naik ke kapal dan berlayar di tengah gelapnya malam.  Ia pergi jauh untuk mengadu nasib dan entah apa yang akan ia dapat.
Keesokan malamnya, sesuai dengan janji, sang gadis datang ke pantai itu.  Ia berdiri di sisi api unggun dan menyanyikan lagu mereka sambil memikirkan dengan lembut kekasihnya yang telah pergi di kejauhan laut.  Malam demi malam ia memegang janjinya.  Bulan-bulan pun berlalu, kemudian tahun demi tahun, tapi setiap malam ia berdiri di samping api unggun dan menyanyikan lagu cinta mereka.  Teman-temannya menasehati agar ia berhenti datang ke pantai dan mencari orang lain.  Mereka mengatakan bahwa tentulah sang pemuda telah lupa akan janjinya dan tidak akan pernah kembali.  Tapi sang gadis memiliki keyakinan yang kokoh pada kekasihnya.  “Ia telah berjanji, maka ia pasti akan kembali untukku,” kata sang gadis.  Jumlah tahun yang banyak telah mengukir jejaknya di wajah dan rambut sang wanita, tapi tetap, kekasihnya tak kunjung datang.
Suatu malam, lebih semangat dari biasa, sang wanita datang ke tempat biasa di malam hari.  Harapan telah pupus rasanya, tapi dalam hatinya ia tahu bahwa ia harus setia.  Api meredup tertiup angin pantai, dan iapun mengumpulkan kayu bakar sekali lagi.  Ia menyanyikan kembali lagu yang telah dinyanyikan ribuan kali.  Ketika ia hendak pulang ke rumahnya, ia mendengar suara dayuhan kapal di kejauhan.  Mungkin seorang nelayan yang pulang malam.  Tapi pengharapan cinta wanita ini membuatnya gigih, ia menyalakan api yang baru sekali lagi, dan sekali lagi menanyikan lagu cinta mereka.  Kapal itu mendekat dan semakin mendekat.  Dan pemuda itu yang juga telah menjadi tua datang.  Ia turun dari kapal dan mengenggam tangan kekasihnya, “Aku telah menunggu untuk melihat apimu dan mendengar lagu kita,” ia berkata.  “Dan aku tahu, engkau dengan siap sedia senantiasa menanti.  Marilah kita pergi ke rumah indah yang telah kubangun untukmu di seberang sana.”
Sang wanita menanti dengan siap sedia, karena ia melakukan apa yang diinginkan oleh kekasihnya.  Ia menyalakan api dan menyanyikan lagu mereka.  melakukan apa yang diinginkan kekasihnya karena ia mengenal kekasihnya.  Sebagai orang Kristen, kita juga sedang menantikan Kekasih kita.  Dalam penantian itu, dibutuhkan lebih dari sekadar penantian pasif, yaitu sebuah kesiap-sediaan.  Untuk dapat siap sedia, kita harus tahu apa yang Ia inginkan ketika Ia mendapati kita?  Demi mengetahuinya, kita harus mengenal Dia. 

Berkat atau Kutuk

Ilustrasi: Berkat atau Kutuk

Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil. Meskipun ia miskin, semua orang cemburu kepadanya karena ia memiliki kuda putih cantik. Bahkan raja menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu belum pernah di lihat begitu kemegahannya, keagungannya dan kekuatannya.

Orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu, tetapi orang tua itu selalu menolak, "Kuda ini bukan kuda bagi saya," ia akan mengatakan. "Ia adalah seperti seseorang. Bagaimana kita dapat menjual seseorang. Ia adalah sahabat bukan milik. Bagaimana kita dapat menjual seorang sahabat." Orang itu miskin dan godaan besar. Tetapi ia tetap tidak menjual kuda itu.

Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya. Seluruh desa datang menemuinya. "Orang tua bodoh," mereka mengejek dia, "sudah kami katakan bahwa seseorang akan mencuri kudamu. Kami sudah peringatkan bahwa kamu akan di rampok. Anda begitu miskin. Mana mungkin anda dapat melindungi binatang yang begitu berharga? Sebaiknya anda sudah menjualnya. Anda boleh minta harga apa saja. Harga setinggi apapun akan di bayar juga. Sekarang kuda itu hilang dan anda dikutuk oleh kemalangan."

Orang tua itu menjawab, "Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja bahwa kuda itu tidak berada di kandangnya. Itu saja yang kita tahu; selebihnya adalah penilaian. Apakah saya di kutuk atau tidak, bagaimana Anda dapat ketahui itu? Bagaimana Anda dapat menghakimi?"

Orang protes, "Jangan menggambarkan kita sebagai orang bodoh! Mungkin kita bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak di perlukan. Fakta sederhana bahwa kudamu hilang adalah kutukan."

Orang tua itu berbicara lagi, "Yang saya tahu hanyalah bahwa kandang itu kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu kutukan atau berkat, saya tidak dapat katakan. Yang dapat kita lihat hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan terjadi nanti?"

Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu gila. Mereka memang selalu menganggap dia orang tolol; kalau tidak, ia akan menjual kuda itu dan hidup dari uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia seorang tukang potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang ia terima hanya cukup untuk membeli makanan, tidak lebih. Hidupnya sengsara sekali. Sekarang ia sudah membuktikan bahwa ia betul-betul tolol.

Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak di curi, ia lari ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali, ia juga membawa sekitar selusin kuda liar bersamanya. Sekali lagi penduduk desa berkumpul di sekeliling tukang potong kayu itu dan mengatakan, "Orang tua, kamu benar dan kami salah. Yang kami anggap kutukan sebenarnya berkat. Maafkan kami."

Jawab orang itu, "Sekali lagi kalian bertindak gegabah. Katakan saja bahwa kuda itu sudah balik. Katakan saja bahwa selusin kuda balik bersama dia, tetapi jangan menilai. Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkat? Anda hanya melihat sepotong saja. Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita, bagaimana anda dapat menilai? Kalian hanya membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai seluruh buku? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan? Hidup ini begitu luas, namun Anda menilai seluruh hidup berdasarkan satu halaman atau satu kata. Yang anda tahu hanyalah sepotong! Jangan katakan itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Saya sudah puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak terganggu karena apa yang saya tidak tahu."

"Barangkali orang tua itu benar," mereka berkata satu kepada yang lain. Jadi mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi di dalam hati mereka tahu ia salah. Mereka tahu itu adalah berkat. Dua belas kuda liar pulang bersama satu kuda. Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian dijual untuk banyak uang.

Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa berkumpul sekitar orang tua itu dan menilai.

"Kamu benar," kata mereka, "Kamu sudah buktikan bahwa kamu benar. Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan. Satu-satunya puteramu patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia tuamu kamu tidak ada siapa-siapa untuk membantumu. Sekarang kamu lebih miskin lagi."

Orand tua itu berbicara lagi, "Ya, kalian kesetanan dengan pikiran untuk menilai, menghakimi. Jangan keterlaluan. Katakan saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu itu berkat atau kutukan? Tidak ada yang tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita. Hidup ini datang sepotong-sepotong."

Maka terjadilah 2 minggu kemudian negeri itu berperang dengan negeri tetangga. Semua anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya anak si orang tua tidak diminta karena ia sedang terluka. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu sambil menangis dan berteriak karena anak-anak mereka sudah dipanggil untuk bertempur. Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka mungkin tidak akan melihat anak-anak mereka kembali.

"Kamu benar, orang tua," mereka menangis, "Tuhan tahu kamu benar. Ini membuktikannya. Kecelakaan anakmu merupakan berkat. Kakinya patah, tetapi paling tidak ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk selama-lamanya".

Orang tua itu berbicara lagi, "Tidak mungkin untuk berbicara dengan kalian. Kalian selalu menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya ini: anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkat atau kutukan. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui. Hanya Allah yang tahu."

* * * *

Orang tua itu benar. Kita hanya tahu sepotong dari seluruh kejadian. Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian hidup ini hanya merupakan satu halaman dari buku besar. Kita jangan terlalu cepat menarik kesimpulan. Kita harus simpan dulu penilaian kita dari badai-badai kehidupan sampai kita ketahui seluruh cerita.

Saya tidak tahu dari mana si tukang kayu belajar menjaga kesabarannya. Mungkin dari tukang kayu lain di Galelia. Sebab tukang kayu itulah yang paling baik mengungkapkannya:

"Janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri."

Ia adalah yang paling tahu. Ia menulis cerita kita. Dan Ia sudah menulis bab yang terakhir. (In The Eye of The Storm - Max Lucado)